Banjir menjadi langganan rutin setiap tahun pada beberapa daerah. Masyarakat daerah itupun seakan sudah paham dengan kejadian tahunan ini. Sehingga mereka menerima banjir datang, dan membersihkan barang-barang setelah banjir hilang. Tapi mereka tidak sadar banjir meninggalkan penyakit untuk mereka, yaitu Leptospirosis.
Penyakit ini termasuk golongan penyakit hewan yang bisa menjangkiti manusia. Penyebab penyakit ini adalah bakteri leptospira, yaitu bakteri berbentuk panjang dan spiral yang biasanya hidup di hewan-hewan pengerat seperti tikus dan tupai tapi tidak menutup kemungkian hidup di hewan peliharaan lainya.
Bakteri leptospira keluar bersama faeses atau urine hewan dan masuk ke tubuh manusia melalui telapak tangan, mata, selaput lendir, hidung, kulit yang luka, air dan makanan. Begitu masuk ke dalam tubuh, dalam 4-10 hari, bakteri ini akan menyebar ke seluruh tubuh.
Penyakit ini bisa menyebar di musim kemarau atau musim banjir. Penyebab munculnya di musim banjir karena bakteri yang berasal dari urine dan kotoran tikus terendam bersama air banjir, kemudian menempel di perabot rumah serta tembok yang terbenam banjir.
Terkadang leptospirosis disalahartikan penyakit kuning oleh dokter. padahal jika terlambat diobati, penyakit ini bisa merusak organ0-organ tubuh, seperti ginjal, hati, dan otak. Oleh karena itu perlu dicegah sedini mungkin.